Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

SOAL KONTEKSTUAL BERKAITAN PERBANDINGAN TRIGONOMETRI PADA SEGITIGA SIKU-SIKU, SUDUT ELEVASI DAN SUDUT DEPRESI

NAMA : MAYLANO DIMAS S.P KELAS : X MIPA 1 ABSEN : 15 Masalah Kontekstual mengenai Sudut Elevasi dan Sudut Depresi Sebuah pohon berjarak 130 meter dari seorang pengamat dengan tinggi mata pengamat dari tanah adalah 168 cm. Apabila sudut elevasi yang terbentuk adalah 60° dari mata pengamat ke pucuk pohon, maka tinggi pohon tercebut adalah …. Jawab: Agar mudah dalam menyelesaikan masalah di atas, kita harus mampu mentransformasi setiap kalimat dari perrnyataan di atas dalam sebuah gambaran. Diketahui :  Jarak pengamat ke pohon: 130 meter Tinggi pengamat: 168 cm = 1,68 meter Sudut Elevasi 60° Dit: Tinggi pohon. Penyelesaian: Pertama.  Buatlah ilustrasinya Kedua.  Buatlah pemisalan agar memudahkan kita dalam mencari perbandingannya Misalkan: Tinggi pohon – tinggi pengamat       =  t Jarak pengamat ke pohon                 = x Sehingga kita bisa membuat ilustrasi yang lebih ...

SUDUT-SUDUT BERELASI

NAMA : MAYLANO DIMAS S.P KELAS : X MIPA 1 ABSEN : 15                                   Sudut - Sudut Berelasi Sudut Berelasi – Adalah perluasan definisi dasar ilmu trigonometri tentang kesebangunan pada segitiga siku-siku yang memenuhi untuk sudut kuadran I atau sudut lancip (0 − 90°). ... Ada 2 hal yang harus diperhatikan, yaitu sudut relasi yang dipaka dan tanda untuk tiap kuadran. Sudut-sudut yang berelasi atau berhubungan ditunjukkan dengan adanya hubungan antara sudut  α  dengan sudut  (90° ± α) ,  (180° ± α) ,  (270° ± α) ,  (360° ± α) , atau  -α . Jika sudut  α  berelasi dengan sudut  (90° - α)  atau  ( π 2  - α) , maka kedua sudut dinamakan  saling berpenyiku . Selanjutnya, jika sudut  α  berelasi dengan sudut  (180° - α)  atau  (π - α) , maka kedua sudut tersebut dinamakan  saling berpelurus . Su...

SUDUT-SUDUT BERELASI PADA KUADRAN I, II, III, IV

NAMA : MAYLANO DIMAS S.P KELAS : X MIPA 1 ABSEN : 15 A. Sudut Berelasi di Kuadran I 1. Relasi Sudut α dan ( 360° + α )      Perhatikan Gambar berikut. Kesimpulan: sin (360° + α) = sin α cos (360° + α) = cos α tan (360° + α) = tan α 2. Relasi sudut α dan (90° - α) Perhatikan Gambar berikut: Kesimpulan: sin (90°-α) = cos α cos (90°-α) = sin α tan (90°-α) = cot α B. Sudut Berelasi Di Kuadran II 1. Relasi Sudut α dan (90°+α) Perhatikan gambar berikut: Kesimpulan:  sin (180° - α ) = sin  α cos (180°- α ) = -cos  α tan (180°- α) = -tan  α C. Sudut Berelasi Di Kuadran III 1. Relasi sudut  α dan (180°+ α)  Perhatikan Gambar berikut! Kesimpulan: sin (180°+  α) = -sin  α cos (180°+ α) = -cos  α tan (180°+ α) = tan  α 2. Relasi sudut  α dan (270°- α) Perhatikan gambar berikut! kesimpulan: sin (270°-  α) = -cos  α cos (270°- α) = -sin  α tan (270°- α) = cot  α D. Sudut Berelasi di Kuadran IV 1. Relasi sudut...

PERBANDINGAN TRIGONOMETRI PADA SEGITIGA SIKU-SIKU

 NAMA  : MAYLANO DIMAS S.P KELAS : X MIPA 1 ABSEN : 16  Perbandingan Trigonometri A. Mengenal Jenis-jenis Sisi pada Segitiga Siku-siku Pada segitiga siku-siku terdapat tiga jenis sisi. Berdasarkan posisinya terhadap sudut tertentu, kita dapat menamai ketiga sisi tersebut dengan: Sisi depan, yaitu sisi siku-siku yang berada di depan sudut. Sisi samping, yaitu sisi siku-siku yang berada di samping sudut. Sisi miring (hipotenusa), yaitu sisi yang berada di depan sudut siku-siku. Untuk lebih memahaminya lukislah segitiga ABC dengan sudut siku-siku terletak di titik A. Berdasarkan sudut B maka dapat kita tentukan jenis-jenis sisi sebagai seperti pada gambar dibawah ini Supaya kita semakin memahami, coba perhatikan gambar-gambar berikut ini! Pada gambar diberi tanda pada satu sudut, kemudian jenis-jenis sisi pada setiap sisi segitiga. B. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-siku Perbandingan trigonometri ada 6 yaitu: 1. Sinus disingkat sin. 2. Cosinus disingkat cos. 3. ...

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN RASIONAL

MAYLANO DIMAS S.P X MIPA 1 A. Definisi Persamaan Rasional Persamaan rasional adalah persamaan dalam bentuk pecahan yang memuat satu atau lebih variabel pada pembilang atau penyebut. Bentuk umum: . B. Menentukan Penyelesaian Persamaan Rasional Cara menentukan penyelesaian persamaan rasional: Nolkan ruas kanan. Faktorkan pembilang dan penyebut. Tentukan syarat penyelesaian yaitu penyebut tidak sama dengan nol. Tentukan penyelesaian yaitu penyebut sama dengan nol dan memenuhi syarat pada langkah  Tuliskan HP. C. Pertidaksamaan Rasional Pertidaksamaan rasional adalah pertidaksamaan yang variabelnya termuat dalam bentuk pecahan. Bentuk umum: Langkah-langkah umum menyelesaikan pertidaksamaan rasional adalah: Nolkan ruas kanan. Faktorkan pembilang dan penyebut menjadi faktor-faktor linear. Tentukan pembuat nol. Tulis pembuat nol pada garis bilangan. Tentukan daerah-daerah yang dibatasi oleh pembuat nol. Ambil masing-masing satu titik pada setiap daerah dan uji ke pertidaksamaan, dan tulis...

NILAI MUTLAK

MAYLANO DIMAS S.P X MIPA 1  Mengenal Nilai Mutlak Nilai mutlak atau bisa juga disebut dengan modulus merupakan nilai suatu bilangan riil tanpa adanya tanda tambah (+) atau kurang (–). Tentu saja kita sudah mengenal yang namanya garis bilangan. persamaan nilai mutlak Angka yang berada pada sisi kiri dari 0 merupakan bilangan negatif, sedangkan angka yang berada di kanan dari 0 merupakan bilangan positif. Namun nilai mutlak tidak akan memperhatikan hal yang satu ini. Contohnya, nilai mutlak dari 4 sama dengan nilai mutlak dari -4 yaitu 4 atau secara umum dapat ditulis menjadi |4| = |-4| = 4 Bisa dikatakan bahwa nilai mutlak adalah jarak yang ditempuh dan menghiraukan arahnya. Jika kamu sedang berdiri di titik 0, dan berjalan ke kanan sejauh 4 satuan, maka kamu akan berada di titik 4. Dan jika kamu memilih untuk berjalan ke kiri sejauh 4 satuan maka kamu akan berada di titik -4. Jarak yang kamu tempuh dari titik 0 ke kedua arah adalah sama-sama 4 satuan. Sehingga secara umum dinyataka...

PENGUKURAN SUDUT

 NAMA : MAYLANO DIMAS S.P KELAS : X MIPA 1 ABSEN : 15 A. Konsep Dasar Sudut Untuk memahami masalah sudut, coba kita lakukan langkah-langkah berikut: Lukislah titik O. Lukislah sinar garis OA. Putar sinar garis OA dengan pusat O sampai terjadi sinar garis OB, sehingga terbentuk sudut AOB. Beri nama ∠AOB = 0 Perhatikan gambar berikut! Sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) yaitu OA ke sisi akhir (terminal side) yaitu OB. Arah putaran memiliki makna dalam sudut. Jika arah putaran sudut berlawanan dengan arah putaran jarum jam maka sudut bertanda positif. Jika arah putaran sudut searah dengan arah putaran jarum jam maka sudut bertanda negatif. B. Ukuran sudut dalam Derajat Perhatikan gambar dibawah ini! Satu putaran penuh  membentuk 360° Definisi : Satu derajat, ditulis 1° adalah besar sudut yang dihasilkan oleh  1/360 putaran, ditulis: 1° = 1/360 putaran. Ukuran sudut yang lebih kecil dari derajat adalah menit (‘), dan detik (“), dengan konver...